Sebagai Narasumber di Studium Generale ITB, Gubernur Koster: Keharmonisan Menjadi Prinsip yang Dijalankan Dalam Tata Kelola Pemerintahan dan Pembangunan

by -

Bandung, baliinside.id – Institut Teknologi Bandung mengundang Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., sebagai pembicara di acara Studium Generale ITB Bandung pada Rabu (30/11). Acara tersebut mengangkat topik “Kontribusi Sains (Matematika) dan Pengaruhnya pada Cara Pandang Kebijakan Publik di Era 4.0” mengingat Lulusan Matematika (Sains) memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis.

Wayan Koster yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023 adalah Alumni Program Studi Matematika ITB. Sebelumnya, Wayan Koster menjabat sebagai Anggota DPR-RI selama 3 periode. Beliau mendapat penugasan di Komisi X yang ikut berperan dalam penyelesaian sejumlah peraturan perundang-undangan yang sangat penting.

Pada acara tersebut Wayan Koster akan bercerita bagaimana pemerintahannya menganalisis permasalahan di Bali, merumuskannya menjadi visi, menyusun regulasi yang dibutuhkan, dan mengimplementasikan menjadi program-program kerja nyata.

“Dalam pilihan kebijakan karena bali memiliki kekayaan yang luar biasa di bidang budaya, maka budaya saya jadikan kebijakan mainstream di bali dari hulu sampai hilir. Budaya sebagai satu sumber nilai kehidupan membangun etika, moral, dan budi pekerti luhur bagi masyarakat, budaya juga dijadikan sebagai produk, seni tari, seni Lukis, seni pahat, dan lainnya yang bernilai ekonomi, budaya juga dijadikan sebagai basis perekonomian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan perkembangan dunia global selama ini”, ungkapnya.

Salah satu dari tiga dimensi utama pembangunan di Bali yang disampaikan Gubernur Koster adalah manajemen resiko dalam mengantisipasi masalah yang timbul dari suatu kebijakan. Manajemen resiko ini menjadi bagian dari scenario pembangunan bali karena selain memberi manfaat positif, selalu ada dampak lainnya yang dalam batas terntentu berdampak negatif yang merugikan masyarakat, munculnya masalah lingkungan, masalah sosial, dan masalah-maslaah lainnya

Selain kebijakan yang dibangun dengan peraturan, Gubernur koster juga menyampaikan pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana strategis di Bali salah satunya Turypada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng, yang merupakan tower multifungsi yang tidak hanya memenuhi jaringan telekomunikasi agar tv dapat terjangaku dari berbagai daerah, juga sebagai destinasi wisata, tidak kalah dengan tower-tower terkenal lainnya di dunia.

“Nantinya apabila pembangunan telah selesai di 2023, saya akan mengajak mahasiswa ITB untuk mengunjungi secara gratis, sebagai dedikasi saya kepada ITB, yang telah melahirkan saya untuk menjadi gubernur. Apa yang saya hasilkan ini juga agar saya dedikasikan juga untuk civitas akademika ITB,” jelas Gubernur Koster.

Selain itu Gubernur Koster yang merupakan lulusan dari ITB ini juga menyampaikan beberapa kebijakan dan program di perkembangan digital di era 4.0 dan prestasi-prestasi kinerja pemerintah provinsi Bali selama menjabat.

“Inilah karya yang dapat saya lakukan sebagai Gubernur Bali, mungkin ini adalah buah dari perkuliahan di ITB maupun juga pengalaman aktivitas di ITB, yang saya kira kita semua sebagai alumni ITB dengan logo Gajah Duduk, itu harus kita jaga baik-baik dimanapun kita bekerja, bertugas, seusai dengan profesi masing-masing, tidak boleh memalukan nama ITB dengan dedikasi dan kualtiasnya yang terbaik”, imbuhnya.

Diakhir sesi tanya jawab, Gubernur Koster memberikan closing statement dimana Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang beliau usung tanpa disadari memiliki kesamaan arti dengan slogan ITB “In Harmonia Progressio”.

“Memang kebijakan yang diterapkan dnegan visi yang menjaga keharmonisan alam, manusia dan budaya bali, secara kebetulan cocok dengan slogan ITB yang memiliki arti menjaga keseimbangan dan keharmonisan diantara semua unsur kehidupan ini. Berarti pendiri ITB sudah dari lama memikirkan keharmonisan dan saya kira ini harus dijalankan kedepan dimanapun kita berada, ini menjadi prinsip yang harus dialankan dalam tata Kelola pemerintahan dan pembangunan”, tandas Gubernur Koster.

Acara tersebut pun ditutup dengan tepuk tangan yang sangat meriah dari semua peserta yang hadir dan penyerahan piagam sebagai bentuk apresiasi kepada Gubernur Koster yang sudah menyempatkan waktunya untuk kembali ke almamaternya. Stadium Generale ini juga disiarkan langsung melalui kanal youtube Pemerintah Provinsi Bali https://www.youtube.com/watch?v=26sOOROhcvc.