RSUD Buleleng Didorong Siapkan Ruang Bertekanan Udara Negatif

by -


Buleleng, Baliinside.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) didorong untuk menyiapkan ruangan dengan tekanan negatif. Ruangan tersebut diperlukan untuk isolasi pasien dengan penyakit infeksi menular, seperti salah satunya covid-19.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Bali Gede Suyasa menyampaikan dengan adanya ruangan bertekanan udara negatif, bisa mendukung isolasi pasien covid-19. Baik itu yang bergejala sedang dan berat. Nantinya ruangan tersebut bisa juga untuk mengisolasi pasien dengan penyakit infeksi menular lainnya. Seperti HIV, TBC serta penyakit lainnya. Dalam jangka panjang tetap terpakai.
“Tidak hanya saat pandemi covid-19 saja. Ini adalah alat yang sangat dibutuhkan. Sehingga saya dorong untuk bisa dilakukan pengadaan,” ucap Gede Suyasa saat ditemui usai mengecek ruangan di RSUD Buleleng, Selasa (10/11).


Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Buleleng Putu Arya Nugraha menyebutkan yang terbaik untuk ruang isolasi adalah ruangan dengan tekanan udara negatif. Tujuannya adalah jika ada lepasan mikro partikel kuman terserap dan terbuang dengan aman.


Walaupun RSUD Buleleng belum mempunyai ruangan dengan tekanan udara negatif, WHO atau Badan Kesehatan Dunia memberikan kesempatan untuk menggunakan exhaust fan. “Hal tersebut sudah menjadi rekomendasi dari WHO. Minimal menggunakan exhaust fan,” sebutnya.


Arya Nugraha menambahkan butuh anggaran Rp1,5 miliar untuk satu sirkuit pengadaan alat tekanan udara negatif. Alatnya hanya satu namun diikuti dengan alat kesehatan penunjang lainnya. Dengan ruangan isolasi bertekanan udara negatif, nantinya tidak hanya pelayanan kepada pasien yang bisa dijual. Pelatihan-pelatihan mengenai penanganan penyakit infeksi menular bisa juga dilakukan.

“Tidak hanya pelayanan namun juga modul-modul pelatihan kepada rumah sakit lain bisa kita jual dengan sertifikasi tentunya. Itu yang menjadi gagasan saya,” jelasnya.