Rencana Perjalanan Dinas ke Bali di Lakukan secara Bergantian di Sembilan (9) Kabupaten/ Kota se-Bali

by -

Denpasar, Baliinside.id/ – Wakil Gubernur Bali menyambut baik rencana perjalanan dinas ke Bali yang rencananya perjalanan dinas tersebut akan diatur dan tidak terkonsentrasi pada satu tempat (Bali Selatan) saja, namun akan mulai diperhitungkan pelaksanaannya berputar di semua Kabupaten/ Kota se-Bali. Hal ini disampaikan Wagub Cok Ace saat mengikuti rapat koordinasi tindak lanjut penanganan Covid-19 dan pemulihan pariwisata bersama Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Odo R.M Manuhutu, Kepala BI Kantor Perwakilan Wilayah Bali, PHRI dan Walikota serta Bupati se-Bali, di Kantor Gubernur Bali, Senin (22/2).

Rencana perjalanan dinas ke Bali tersebut merupakan upaya mengembalikan perekonomian Bali di tengah pandemi Covid-19 terus dilakukan Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati bersama jajaran Bank Indonesia, PHRI dan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI. Selain mendukung upaya untuk menindak dengan tegas para pelanggar protokol kesehatan termasuk para wisatawan asing serangkaian memutus penyebaran Covid-19 di masa pandemi oleh Pemprov Bali yang bekerjasama dengan TNI-POLRI dan Imigrasi.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Odo R.M Manuhutu mengatakan agar Pemprov Bali melakukan transformasi dari mass tourism menuju quality tourism.

Pemprov Bali juga diminta untuk mengusulkan program padat karya pada perbaikan desa dan fasilitas umum di atraksi wisata yang mengutamakan CHSE. Pemprov Bali dengan dukungan BI agar mengajukan usulan pembangunan sarana prasarana di Bali dalam menyambut KTT G20 pada tahun 2022. Pemprov Bali agar menyampaikan rencana ini pada 2 Maret 2021 mendatang.

Hal ini disambut baik Wakil Gubernur Bali Cok Ace, pihaknya mengatakan transformasi tourism baik quality dan mass sama sama memiliki keunggulan tersendiri. Karena antara jumlah yang banyak dan kualitas yang baik dapat diciptakan selama wisatawan yang berkunjung ke Bali tidak merusak sumber daya (baik itu manusianya, budaya bahkan alam) yang ada. Namun mereka mampu memberi dampak positif bagi perkembangan dan kesejahteraan masyarakat Bali itu sendiri. 

Sementara Kepala BI Kantor Perwakilan Wilayah Bali Trisno Nugroho mengatakan bahwa pihaknya sedang melatih UMKM di Bali untuk mengenal QRIS dengan target 187 ribu per januari akhir, dan target 350 ribu di akhir tahun.

QRIS ini dapat digunakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, karena digital platform saat ini menjadi pilihan konsumen untuk berbelanja.

Dengan kerjasama yang baik antara semua pihak terkait, diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif dan ekonomi digital sebagai bagian dari upaya alternatif livinghood dan diversifikasi struktur perekonomian, dan Bank Indonesia diharapkan dapat mempercepat  penerapan metode pembayaran non tunai berbasis QRIS di seluruh Bali. Dan Pemprov Bali agar menyampaikan sektor ekonomi digital dan kreatif sebagai tulang punggung perekonomian daerah.