Pramuka Sebagai Duta Perubahan Prilaku di Masa Pandemi.

by -


Buleleng, Baliinside.id – Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter dan moral diharapkan dapat terlibat dalam penanganan Covid-19. Salah satunya berperan sebagai duta dan agen perubahan prilaku melalui sosialisasi atau edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat.


Apalagi berdasarkan arahan dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, Pramuka di semua tingkatan wajib menjadi agen dan duta perubahan perilaku. “Saya selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bali sudah mengeluarkan penugasan untuk semua insan pramuka di Provinsi Bali untuk ikut serta membantu pemerintah daerah menjadi duta perubahan perilaku untuk mengubah sikap masyarakat. Agar tetap taat terhadap protokol kesehatan,” kata Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Bali yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Bali I Made Rentin saat pelantikan Mabicab, Pengurus, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng masa bakti 2020-2025 di Lobi Athiti Wisma, Kantor Bupati Buleleng, Rabu (2/12).


Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng masa bakti 2020-2025 yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengungkapkan jajarannya beserta seluruh insan pramuka siap menjadi agen perubahan perilaku. Artinya, setelah masa pandemi harus ada perubahan perilaku di masyarakat.


Perubahannya dari sebelumnya tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, dan tidak mencuci tangan menjadi sebaliknya. “Untuk bisa dibudayakan, harus terus diedukasi. Edukasi memerlukan banyak stakeholder. Salah satunya Pramuka,” ungkap Suyasa.


Ia berharap seluruh insan pramuka menjadi agen perubahan perilaku. Dimanapun orang pramuka harus mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku yang baru. Sehingga, makin banyak yang bisa terlibat sampai ke tingkat paling bawah. “Itu akan menjadi lebih baik ketika semua pihak terlibat,” ujar Suyasa