Perhatian Ny. Putri Suastini Koster Pada Kesenian Non -tradisi

by -

Denpasar, Baliinside.id/ – Dalam acara Apresiasi puisi bertajuk “Ibunda Tercinta”  Ny. Putri Suastini Koster  menaruh perhatian pada seni modern yang yang harusnya mempunyai wadah tersendiri. 

Di Bali bukan hanya kesenian tradisional yang dapat dikembangkan, namun kesenian non tradisi juga bisa dijalani dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan seni modern memiliki banyak peminat dan membutuhkan wadah sebagai pengembangan diri yang lebih diperhatikan. Untuk itu, Gubernur Bali Wayan Koster sudah memberikan satu ruang khusus bagi seniman modern, baik itu sastra, teater dan lainnya. 

Hal ini Ny. Putri Suastini Koster saat kegiatan  apresiasi puisi bertajuk “Ibunda Tercinta” serangkaian peluncuran big book yang merupakan kumpulan 64 puisi, disusun oleh Gde Artawan, Dewa Putu Sahadewa dan Wayan Jengki Sunarta, di Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (27/1).

Ny. Putri Suastini Koster mengatakan bahwa kegiatan yang diikuti sejumlah penulis puisi di Indonesia secara hybrid dengan penerapan PROKES yang ketat dan tes swab antigen ini bahwa seniman modern, baik sastra dan juga teater sudah dibuatkan wadah khusus untuk berkesenian dan menampilkan sejumlah hasil karya kreativitasnya, yakni melalui Festival Seni Bali Jani yang di dalamnya ada lomba teater, sehingga nanti bisa dikembangkan lagi oleh para seniman sastra modern. 

Melalui seni modern, baik itu seni sastra dan teater mampu membangkitkan karakter yang berbeda dari masing masing pelakonnya. Selain aktivitas seniman, dalam Festival Seni Bali Jani juga ada pameran buku berskala internasional, sehingga penulis lokal akan bisa ikut bergabung untuk memperkenalkan karya tulisnya di sana. 

Dengan turut serta mengadakan pameran buku, maka seorang penulis akan bangga dengan hasil kreativitas tangannya sendiri. “Seniman Bali, pebisnis Bali jadilah tuan di rumahnya sendiri sehingga mampu memperkaya kaidah-kaidah sastra yang nantinya dapat diterima oleh masyarakat Bali sebagai kekayaan daerahnya sendiri. Dan percetakan Bali diharapkan menjadi tempat bagi penulis lokal untuk memajukan karyanya,” kata Ny. Putri Suastini Koster.

Wadah Festival Seni Bali Jani sudah memiliki peraturan daerah (Perda), memiliki anggaran dan juga jadwal sehingga seniman modern hanya tinggal mengisi, berkarya, bekerja dan berinovasi sehingga festival ini mampu menjadi besar melalui tangan-tangan seniman yang menggawangi seni non tradisi.

Dengan menunjukkan kemampuan seniman, maka festival seni bali jani akan menjadi wadah bagi seniman yang nantinya akan hidup dan menjadi tempat berkreasi dan tumbuh kembangnya kesenian non tradisi untuk menampilkan karya seni.

Pada hari yang sama yang juga bertepatan dengan hari kelahirannya, Ny. Putri Suastini Koster yang didampingi Tim Redaksi 9 juga menyerahkan 1/4 ton beras dan sejumlah uang di Yayasan Peduli Kanker Anak Bali yang mengasuh sebanyak 340 orang anak.