Ny Putri Suastini Koster Didaulat Sebagai Pembicara Kegiatan “Bunda PAUD Menyapa”

by -

Denpasar, Baliinside.id – Bunda PAUD Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengajak semua orangtua untuk berperan aktif menjaga sekaligus membimbing putra-putrinya di masa emas (0-5 tahun). Dengan membekali pendidikan dasar tentang tata krama dan etika sejak dini, anak-anak nantinya akan mudah bergaul dan menyesuaikan diri di tengah lingkungannya. “Dari segi cara mengajar saja yang berbeda, jika di sekolah anak-anak akan berada di lingkungan formal, maka pendalaman pendidikan dan bimbingan di rumah oleh otangtua (guru rupaka) akan lebih menggunakan pendekatan berupa perhatian dan kasih sayang,” ujar Ny Putri Koster.

Ditambahkannya, jangan sampai anak-anak merasa kehilangan perhatian dan kasih sayang orangtua di tengah masa pandemi ini, apalagi jika ada orangtua yang sebelum pandemi Covid-19 terlalu disibukkan oleh urusan karier atau pekerjaan, maka sebaiknya mampu memilah waktu untuk berbagi perhatian kepada anak-anaknya saat seperti ini.

Hal ini disampaikan Bunda PAUD Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat didaulat sebagai pembicara memberikan arahan dalam kegiatan “Bunda PAUD Menyapa” serangkaian peringatan Hari IBU ke-92 secara virtual yang melibatkan Bunda PAUD se-Bali, di ruang kerjanya, Jayasabha – Denpasar, Selasa (22/12).

Beberapa poin tambahan yang disampaikan oleh Ny Putri Suastini Koster selaku Bunda PAUD Provinsi Bali, antara lain :Sebagai orangtua selain memenuhi kebutuhan pokok anak-anaknya, juga bertanggung jawab atas pendidikan dasar sebagai pondasi awal pembentukan karakter di masa depan anak, yakni memperhatikan tumbuh kembang perilaku, cara berkomunikasi, kesehatan dan pendampingan terhadap putra-putri tercinta sangat penting agar mereka memiliki penanaman budaya dan karakter diri yang akan mengantarkan mereka menuju pintu kesuksesan untuk masa depannya. Selain itu, pendidikan moral yang juga salah satu penanaman karakter akan mengarahkan mereka pada ketaatan bernegara dan ber-Bhineka Tunggal Ika, sehingga nantinya mereka tidak mudah terpengaruh oleh radikalisme dan terorisme.

Dari kegiatan “Bunda PAUD Menyapa” yang melibatkan Bunda PAUD se-Bali dan sejumlah anak anak usia dini dari sekolah pendidikan anak usia dini ini, terlihat bahwa peran orangtua sangat penting dalam menanamkan sopan santun, etika dan tata krama berbicara dengan orang yang lebih tua saat berkomunikasi.

“Memasuki bulan kesepuluh wabah pandemi ini jangan sampai mematahkan semangat orangtua dalam mendampingi anak-anak belajar di rumah, bangkit dengan kasih sayang yang penuh untuk tetap bersama-sama pasangan dalam mendidik, mengasuh dan membina putra-putri di rumah sehingga mampu mencetak generasi emas bangsa di masa depan. Mari kita upayakan agar anak anak kita tetap mendapatkan kasih sayang, dan mari orangtua sebagai guru pertama dalam keluarga mampu memberikan bekal diusia emasnya agar jangan sampai secara psikis anak anak kita terdampak oleh pandemi saat ini. Jangan sampai karena wabah pandemi Covid-19 anak anak bisa kehilangan kasih sayang dan perhatian,” pesan wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri.

Bunda Putri yang sempat menitikkan air mata karena terharu mengatakan, dirinya sangat bangga dan kagum dengan anak-anak yang masih PAUD dan mampu berkomunikasi dengan baik dan penuh etika. Mereka terlihat sangat ceria dan menunjukkan kelihaian menjawab sejumlah pertanyaan dari Bunda Putri dan Bunda PAUD di masing-masing kabupaten dan kota saat kuis berlangsung.

Pada kesempatan ini, Bunda Putri juga menanamkan “Pesan Ibu 3M” yakni memakai masker kapanpun dan di manapun berada, sering-sering mencuci tangan apalagi sesaat setelah menyentuh benda serta menjaga jarak dengan orang lain saat berada di lingkungan terbuka ataupun tertutup.

Sosialisasi ini dilakukan terhadap anak anak usia dini karena mereka yang masih berada diusia emasnya akan lebih mudah mencerna dan mengingat.

Dengan berbagai upaya dan menyalurkan kasih sayang secara tulus kepada putra-putri, secara langsung akan memberikan dampak positif bagi seorang anak. Mereka akan menjadi lebih terbuka dalam menghadapi masalah, dan juga mampu tumbuh menjadi generasi yang kuat baik fisik maupun psikis, karena orangtua tentu akan lebih mengenal pribadi anak anak mereka dan penguasaan karakternya akan mempermudah orangtua dalam melakukan pendekatan saat membantu mereka dalam menyelesaikan sebuah persoalan atau permasalahan yang sedang dihadapi.