Bukan Sekedar Tren, Ini Makna Gelang Tridatu Bagi Umat Hindu

by -
Sumber : https://assets-a1.kompasiana.com

Bali terkenal dengan destinasi wisata yang indah. Banyak objek wisata yang dapat ditemukan di pulau Dewata tersebut. Selain keindahan tempat wisata yang dimiliki, Bali juga terkenal dengan tradisinya yang beragam. Salah satu hal yang paling menonjol paling lumrah ditemukan di masyarakat Bali adalah pemakaian gelang tridatu. Gelang tridatu banyak digunakan oleh orang Bali, terutama mereka yang beragama Hindu. Hal tersebut seolah menjadi salah satu identitas atau ciri khas bagi orang Bali. Jika bertemu dengan masyarakat disini dan mengenakan gelang tridatu, maka bisa ditebak bahwa mereka adalah umat Hindu, walaupun tidak selalu demikian, karena tidak ada larangan bagi non Hindu untuk memakai gelang tridatu tersebut.

Penggunaan gelang tridatu yang benar digunakan di tangan kanan. Ada sebagian masyarakat menggunakan gelang tridatu lebih dari satu, karena dengan keyakinan diri bahwa gelang tridatu tersebut selain sebagai anugerah dari Tuhan yang bersatana di sebuah pura tempat melakukan persembahyangan, juga diyakini memiliki aura positif yang bisa menjauhkan dari pengaruh jahat. Gelang tridatu biasanya diperoleh saat melakukan persembahyangan pada sebuah pura, namun tidak semua pura di Bali memberikan gelang tridatu pada umat yang bersembahyang di pura tersebut.

Ada juga pura yang memberikan gelang sanga datu dengan 9 elemen atau warna berbeda, bahkan ada yang dua warna berbeda tergantung dari pura-pura yang bersangkutan dan semuanya memiliki makna dan arti tersendiri bagi orang Bali.
Tridatu berasal dari kata tri yang berarti tiga dan datu artinya elemen atau warna. Dalam hal ini tri datu berarti tiga elemen yang berasal dari tiga buah untai benang yang terdiri dari tiga warna berbeda yakni warna merah, putih, dan hitam. Susunan benang sebelum diberikan kepada umat melalui proses ritual atau sering dibilang proses pasupati terlebih dahulu, jadi bukan benang sembarangan, namun memiliki makna dan nilai filosofis yang dalam dan diyakini oleh orang Hindu Bali memiliki kekuatan serta anugerah dari Ida Sang Hyang widi Wasa.

Tiga elemen yang diwujudkan dalam bentuk gelang tridatu tersebut adalah simbol atau lambang kesucian Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Tri Murti, yang dimana warna merah adalah simbol dari kekuatan Dewa Brahma, warna putih sebagai simbol dari kekuatan Dewa Siwa, dan warna hitam adalah simbol kekuatan Dewa Wisnu. Selain itu, gelang atau benang tridatu tersebut memiliki makna dan lambang dari Tri Kona yang merupakan bekal hidup setiap manusia yakni Utpeti (lahir), stiti (hidup) dan Pralina (mati), dengan memakai gelang atau benang tridatu, diharapkan manusia selalu ingat akan Kemahakuasaan Tuhan sebagai maha pencipta, pemelihara, dan pelebur.

Saat ini gelang tridatu dipakai oleh sebagian besar orang yang tinggal di Bali dikarenakan memiliki fungsi dan makna sakral yang sudah dijelaskan. Jika tidak melalui proses ritual atau pasupati, gelang tridatu dijadikan sebagai aksesoris yang menarik. Banyak model gelang tridatu yang bisa dijumpai ketika berkunjung ke Bali, bahkan bisa lebih mudah dijumpai melalui situs belanja online, sehingga tidak jarang juga warga non Hindu ada yang mengenakan gelang tridatu. Tidak ada larangan untuk itu, walaupun tidak melalui proses ritual atau pasupati yang semestinya karena hanya digunakan sebagai aksesoris, meskipun begitu perlu diingat bahwa benang tersebut memiliki nilai penting bagi umat Hindu. Jadi gunakan semestinya seperti di tangan atau leher. Jangan dikenakan di kaki karena ini bisa berarti sebuah pelecehan.